Penggunaan Metode Pre-boring untuk Pondasi Tiang (Latar Belakang)

Pondasi merupakan pekerjaan utama dalam suatu pekerjaan teknik sipil. Semua konstruksi yang merupakan bangunan bagian atas tanah (upper structure) yang direkayasa untuk bertumpu pada tanah harus didukung oleh suatu pondasi. Pondasi merupakan bagian bangunan bawah tanah (substructure) yang berfungsi untuk meneruskan beban-beban yang bekerja pada bagian bangunan atas dan beratnya sendiri ke lapisan tanah pendukung (bearing layers). Untuk itu, pondasi bangunan harus diperhitungkan agar dapat menjamin kestabilan bangunan terhadap berat sendiri, beban – beban yang bekerja, gaya – gaya luar seperti tekanan angin, gempa bumi dan lain-lain. Di samping itu, tidak boleh terjadi penurunan yang melebihi batas yang diijinkan. Istilah pondasi dalam dunia teknik sipil yakni suatu konstruksi bangunan yang berfungsi sebagai penyokong seluruh beban di atasnya termasuk beratnya sendiri.
Adapun jenis pondasi yang digunakan pada Proyek Pembangunan Light Rail Transit (LRT) atau biasa dikenal Prsasarana Kereta Api Ringan Jakarta adalah jenis pondasi tiang. Pertimbangan pemakaian pondasi tiang ini mengingat bahwa jenis pondasi ini mampu mendukung beban yang cukup besar. Selain itu faktor lain penggunaan pondasi tiang ini adalah lapisan tanah keras terletak cukup dalam, sehingga apabila didapat tanah keras, memungkinkan besarnya kapasitas daya dukung tiang yang cukup mampu menahan beban yang bekerja.

Latar belakang mengambil tema tentang analisis pondasi tiang menggunakan metode pre-boring adalah agar dapat mengetahui tata cara pelaksanaan pondasi tiang secara langsung dilapangan yang menggunakan metode pre-boring ketika pondasi tiang dipancang. Selain itu agar dapat mengetahui dari ilmu dan materi yang pernah dipelajari pada waktu kuliah dengan menghitung kapasitas dukung tiang berdasarkan data-data yang langsung didapatkan dari lapangan. 
 

Tugas Presentasi Kelompok Riset Operasi

Pada tanggal 12 Juni 2017 telah dilakukan presentasi Mata Pelajaran Riset Operasi yang membahas tentang pengenalan Riset Operasi dan metode Program Linier dalam Riset Operasi. Saya Ludhan Wijaya dari Kelompok 4 yang beranggotakan Andry Octaviantoro, Aulia Fatimah, Dwi Novita Sari, Fransisca Fonda Noventa C, Jessica Suyanto, Muhammad Fiqri Firdaus Soleh, Prima Triasmara, Putri Rischa dan Willy Putra Delly mempresentasikan hasil diskusi kami tentang materi tersebut. Adapun kelebihan kelompok kami ialah dalam penyajian data di Power Point rapih dan lengkap, susunan informasi juga baik dan urut. Kekurangan kami ialah dalam membawakan materi, tidak semua anggota kelompok ada dan terdapat beberapa anggota kami yang dalam menjelaskan terlalu terburu-buru.  Berikut ialah pengenalan Riset operasi yang kami sampaikan dalam presentasi kami :
¨ Operational  Research (OR) atau Riset Operasi adalah suatu yang berkenaan dengan  penggunaan sumber-sumber yang terbatas secara efisien.
¨  Merupakan kombinasi seni dan sains.
¨  Seni = refleksi dari konsep efisien dan sumber terbatas kedalam model
¨  Sains = penggunaan metode, algoritma dan perhitungan untuk memecahkan masalah.
Adapun contoh perhitungan Program Linear yang kami sajikan ialah :

¨  Evaluasi nilai Z pada titik sudut daerah layak OACD adalah,
¨  O (0,0) →Z = 80 (0)   + 100 (0) = 0
¨  A (0,20)→Z = 80 (0)   + 100 (20)= 2000
¨  B (24,8)→Z = 80 (24) + 100 (8)= 2720    
¨  C (30,0)→Z = 80 (30) + 100 (0)= 2400
¨  Jadi keuntungan maksimum adalah $ 2720 , dengan memproduksi  X1 (Grade A) = 24 kubik/ minggu dan X2 (Grade B) = 8 kubik/ minggu
METODE SIMPLEKS (PERSAMAAN)
Maksimumkan
¨  Z =   80 x1  +  100  x+  0 S1  +  0 S2
¨  1 x1  +  4 x2 +   + 1 S1  +  0 S2  =  40
¨  4 x1  +  3 x2  +  + 0 S1  +  1S2   =  120
Tabel Simpleks Awal

Cj
80
100
0
0

Basis

X1
X2
S1
S2
bj
S1
0
1
2
1
0
40
S2
0
4
3
0
1
120
Zj

0
0
0
0

(Cj - Zj)

80
100
0
0


Untuk mencapai nilai optimum :
¨  Nilai (Cj-Zj) harus negatif atau (Cj-Zj)<0
¨  Untuk mencapai (Cj-Zj)<0, dilakukan eliminasi pada setiap cell sampai semua nilai pada baris (Cj-Zj) bernilai negatif.



Model Assignment RO

Persoalan            :


Area Penjualan
Tenaga (SPG)
1
2
3
4
5
A
20
13
18
19
23
B
15
12
19
12
17
C
14
19
17
18
15
D
17
13
13
21
20
E
16
15
12
18
14








Perusahaan farmasi mempunyai 5 SPG untuk ditempatkan pada area penjualan dengan ongkos pada tabel (satuan uang).
  1. Bagaimana menempatkan SPG agar ongkos minimal?
  2. Berapa ongkos total.

Penyelesaian     :

20
13
18
19
23
15
12

19
12
17
14
19
17
18
15
17
13
13
21
20
16
15
12
18
14





Cari nilai terkecil dalam baris. Kurangi semua nilai dengan nilai terkecil itu.


7
0
5
6
10
3
0
7
0
5
0
5
3
4
1
4
0
0
8
7
4
3

0
6
2





Tentukan nilai terkecil pada kolom lalu tandai pada kolom lalu kurangi dan baris dengan minimal 2 buah nol.

7
0
5
6
9
3
0
7
0
4
0
5
3
4
0
4
0
0
8
6
4
3
0
6
1







Tentukan nilai terkecil diluar tanda. Kurangin nilai semua nilai dengan nilai terkecil itu.


6
0
5
5
8
3
1
8
0
4
0
6
4
4
0
3
0
0
7
5
3
3
0
5
0







A – 2      = 13                        Ongkos total = 13 + 12 + 14 + 13 + 14 = 66

B – 4      = 12

C – 1      = 14

D – 3      = 13

E – 5       = 14